Selasa, 09 September 2014

Kandanghaur Dinilai Layak Jadi Ibu Kota Indramayu Barat

Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat (Inbar) memang masih wacana. Namun, kandidat ibu kota sudah terlihat. Dilihat dari aspek sejarah, potensi, infrastruktur dan letak geografis, Kandanghaur dinilai paling layak menjadi ibu kota Kabupaten Inbar jika kelak mekar dari Kabupaten Indramayu.

Secara historis, nama Kecamatan Kandanghaur sudah dikenal luas secara nasional. Ini karena pada masa penjajahan Jepang, Kandanghaur menjadi saksi sejarah awal pendudukan tentara Jepang di bumi Nusantara melalui pantai Eretan pada 1 Maret 1942 lalu.

Letaknya yang dilintasi jalan raya pantura, pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terdorong seperti halnya ibu kota kabupaten lain yang berada di jalur nasional. Infrastrukturnya lebih lengkap karena punya pelabuhan laut Eretan yang menjadi ikon nasional daerah pesisir pantura Bumi Wiralodra.

Pertimbangan lainnya dilihat sarana dan prasarana di antaranya fasilitas umum seperti perguruan tinggi. Kandanghaur telah memiliki perguruan tinggi satu-satunya di wilayah Inbar yakni STIT dan STKIP Al Amin yang berlokasi di Desa Wirakanan.

Lokasinya yang berada di tengah-tengah wilayah Inbar, akses ke Kandanghaur lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang berada di eks Kawedanan Losarang maupun eks Kawedanan Haurgeulis yang akan bergabung.

Sehingga tujuan memangkas rentang kendali pelayanan pemerintahan yang selama ini menjadi dorongan diwujudkannya pemekaran, benar-benar tercapai. “Tepatnya memang di Kandanghaur. Bisa dijangkau dengan waktu yang relatif cepat dari wilayah manapun,” kata Sinar Agung, salah seorang PNS yang bertugas di Kecamatan Kroya.

Dia mengaku, mayoritas aparatur pemerintahan di wilayah Inbar merasakan repot jika harus menghadiri kegiatan di ibu kota Kabupaten Indramayu karena jaraknya yang terlampau jauh. Sehingga jika jaraknya semakin pendek maka efektivitasnya dapat tercapai.

Kuwu Desa Eretan Wetan, H Edi Suhedi juga menilai Kecamatan Kandanghaur menjadi ibu kota Kabupaten Inbar apabila wacana tersebut terwujud. Selain jalur lintas ke berbagai kabupaten dan kota di kawasan pesisir via jalur darat, Kandanghaur merupakan kawasan terbuka dan masih memiliki lahan kosong yang cukup luas.

“Pastinya akan sangat bermanfaat bagi percepatan pembangunan serta perekonomian masyarakat di kawasan pesisir yang memiliki potensi ekonomi sangat kuat sejak dahulu, terutama sektor perikanan,” kata dia. Sementara itu dari data yang dihimpun, skenario Kandanghaur menjadi ibu kota Kabupaten Inbar ternyata sudah dicetuskan pada tahun 1990 lalu, jauh sebelum wacana pemekaran kencang bergulir mulai tahun 1999.

Hal itu berdasarkan realisasi SK Gubernur Nomor 031/1990 dan Instruksi Gubernur No. 1/1994, telah dilakukan kerja sama antara Bappeda Provinsi Dati I Jawa Barat dengan kelompok pengkajian kebijakan dan pengembangan wilayah Fisipol Unpad, untuk melakukan studi pentahapan pelaksanaan penataan wilayah adminstrasi baru yakni Kabupaten Dati II Kandanghaur.

Sumber: http://bit.ly/WLTkrI

Senin, 08 September 2014

12 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Masuk Daerah Pemekaran

Rencana pemekaran Kabupaten Indramayu sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1996 lalu. Diawali dengan hasil kajian mengenai kelayakan rencana pemekaran yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi Jawa Barat, dengan kelompok pengkajian dan pengembangan wilayah Fisipol Universitas Padjajaran Bandung.

Puncaknya pada tanggal 17 Mei 2000 menyusul keluarnya keputusan DPRD Indramayu nomor 170/3/KEP/DPRD/2000, tentang Penetapan Persetujuan Terhadap Nama Kabupaten Pemekaran dan Letak Ibu Kota Kabupaten Pemekaran.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat, dari 31 kecamatan yang ada saat ini, 12 diantaranya di wilayah bagian barat direkomendasikan masuk ke dalam daerah otonomi baru.

12 kecamatan itu yakni Kecamatan Losarang, Terisi dan Cikedung (eks kawedanan Losarang). Di wilayah yang masuk dalam daerah pemilihan (dapil) 4 ini hanya Kecamatan Lelea yang tidak direkomendasikan ikut tergabung.

Kemudian Kecamatan Kandanghaur, Gabus Wetan, Bongas dan Kroya (eks Kawedanan Kandanghaur). Lalu Kecamatan Haugeulis, Gantar, Anjatan, Sukra dan Patrol (eks Kawedanan Haurgeulis).

Jika dilihat dari luas seluruh wilayah Kabupaten Indramayu sekitar 226.115 hektare, daerah pemekaran akan memiliki luas sekitar 108.869 hektare. Masih lebih luas wilayah Kabupaten Indramayu induk yakni sekitar 117.246 hektare.

“Jadi dari jumlah kecamatan maupun luas wilayahnya, kabupaten induk masih mendominasi termasuk jumlah desanya. Tapi untuk jumlah desa serta penduduk sendiri belum dipastikan karena berkembang dinamis,” kata ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat, Sukamto SH.

Menurut dia, pembentukan Kabupaten Indramayu Barat dalam konteks hubungan dengan kabupaten induk akan saling menunjang. Keduanya memiliki potensi yang seimbang untuk terus berkembang sebagai kabupaten mandiri.

Hal itu terlihat dari potensi industri dan pertanian di kedua wilayah tersebut. Dalam jangka panjang dengan terbangunnya Waduk Jatigede, sektor pertanian di wilayah timur Indramayu dapat dikembangkan sawah beririgasi teknis. Sebaliknya, di daerah pemekaran dengan rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Cirebon dan telah beroperasinya PLTU Sukra, maka potensi industri bakal terus menjamur.

“Secara ekonomi tidak akan berpengaruh negatif. Justru akan mendorong pertumbuhan serta potensi ekonomi serta peluang usaha masyarakat. Dan yang lebih penting, dengan luas wilayah yang lebih kecil pelayanan pemerintahan kepada masyarakat akan dapat ditingkatkan efektivitasnya,” jelas Sukamto.

Sumber: http://bit.ly/Yp0Ha6

Sabtu, 06 September 2014

Seminar Bersama dr. Boyke di Indramayu

Seminar nasional kesehatan reproduksi bersama dr. Boyke akan berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 27 September 2014. Lokasi seminar di gedung PGRI Indramayu, Jl. Wirapati Sindang mulai Pkl 08.00 - 13.00 WIB.

Pembicara lainnya pada seminra ini akan menghadirkan Dr. Farid Husin,Ir..dr..Sp.OG(K)..M.Kes.,M.H.Kes

Htm agar bisa menghadiri seminar ini: Rp 100.000 (mahasiswa/pelajar), Rp 125.000 (umum).

Detail info tentang seminar ini bisa menghubungi: 08985317795, 089606204538